Update Jumlah Kumulatif Kasus DBD di Provinsi Bali: Penderita 10.784 Orang,Korban Meninggal 21 Orang

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Selain mengantisipasi penyebaran virus Sars Cov19, keberadaan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pun juga harus diperhatikan.

Ketika dikonfirmasi Tribun Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, pada Rabu (18/11/2020), mengatakan dari data yang tersedia sebanyak 21 orang telah meninggal dunia dalam kurun waktu sepuluh bulan pada tahun ini akibat virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Total sementara penderita DBD periode bulan Januari hingga awal November 2020, paling terbanyak berada di Kabupaten Buleleng dengan total penderita mencapai 3.372 Orang.

Disusul dengan Kabupaten Badung dengan total penderita 2.147 orang.

Baca juga: Fraksi Golkar DPRD Bali Desak Gubernur Koster agar Pemprov Beri Layanan Rapid Test dan Swab Gratis

Baca juga: Sarasehan Pusterad dengan Media Massa, Bahas Berita Hoaks Ancaman Bagi Negara

Baca juga: DLH Gianyar Rapatkan Barisan untuk Maksimalkan Kinerja Tim Kebersihan Pemkab

Lalu Kabupaten Gianyar sebanyak 1.531 orang.

Dan Kota Denpasar menempati urutan keempat dengan total penderita sebanyak 1.227 orang.

“Hingga saat ini jumlah kumulatif secara keseluruhan penderita DBD di Provinsi Bali sebanyak 10.784 orang dari jumlah penduduk 4.373.949,” kata, dr. Suarjaya.

Sedangkan penderita DBD untuk Kabupaten lain seperti Karangasem, Bangli, Klungkung, Tabanan dan Jembrana masih dibawah angka ribuan.

“Untuk Kabupaten Karangasem total penderita DBD sejumlah 818 orang, Bangli 348 orang, Klungkung 767 orang, Tabanan 339 orang dan Jembrana 235 orang,” imbuhnya.

Maka dari itu kepada masyarakat diimbau agar tetap terapkan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) serta selalu terapkan pola hidup sehat. (*)

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply