Ketua Dewan Pers Ajak Media Massa Perhatikan Information Credibility dalam Penyajian Berita

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, BEKASI – Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menekankan tentang pentingnya nilai information credibility kepada media massa dalam penyajian berita.

Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Sarasehan yang digelar Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat dengan Media Massa di Hotel Horison, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (18/11/2020).

“Information Credibility jadi kata kunci, kalau yang disampaikan kawan-kawan media memenuhi kriteria kredibilitas informasi, InsyaAllah informasi yang disampaikan akan mencerdaskan,” kata Menteri Pendidikan Nasional di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu

Sebagaimana infodemi yang dikategorikan oleh WHO dalam menggambarkan persebaran hoaks.

Baca juga: Rangkaian Ngaben Bikul di Badung, Hari Ini Semua Tikus Dikumpulkan dan Digelar Upacara Ngeringkes

Baca juga: Update Jumlah Kumulatif Kasus DBD di Provinsi Bali: Penderita 10.784 Orang,Korban Meninggal 21 Orang

Baca juga: Fraksi Golkar DPRD Bali Desak Gubernur Koster agar Pemprov Beri Layanan Rapid Test dan Swab Gratis

Meliputi, Misinformasi adalah penyebaran informasi yang tidak tepat akibat adanya ketidaktahuan akan informasi yang tepat.

Kemudian Disinformasi adalah penyebaran informasi yang tidak tepat dan bersifat destruktif secara sengaja.

Malinformasi merupakan penyebaran informasi untuk merugikan pihak pihak tertentu.

“Sebaliknya informasi yang disajikan misinformation, disinformation, malinformation maka yang terjadi bukan mencerdaskan malah menjadi proses pembodohan,” ucapnya.

“Kalau bangsa ini jadi bodoh, lholak – lholok, mau jadi apa, oleh karena itu syarat pertama, informasi yang disajikan harus ada basis data kuat dan informasinya akurat,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, M.Nuh berpesan Tugas media memberikan informasi yang akurat, kredibel dan mengajak seluruh komponen bangsa bersama-sama membangun negeri.

“Seperti orang menghirup oksigen, oksigen yang dihirup fresh, maka badan sehat, kalau polutan yang dihirup banyak ya sesak semua,” tuturnya.

Dalam pemaparanya, Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh juga membahas tentang pentingnya kredibilitas informasi untuk melindungi dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

“Keutuhan substansi, bahasa dan etika menjadi prinsip dasar komunikasi untuk membangun masyarakat yang cerdas” sebutnya. (*)

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply