Jumlah Petugas KPPS yang Reaktif di Denpasar Bertambah 106 Orang

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ketua KPU Kota Denpasar, Wayan Arsa Jaya mengatakan bahwa hingga Rabu (18/11/2020) jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Petugas Ketertiban TPS yang sudah menjalani rapid test berjumlah 10.458 orang.

Dari jumlah tersebut, yang reaktif sendiri berjumlah 1.106 orang dan yang non reaktif berjumlah 9.352 orang.

Jumlah ini sendiri meningkat sebanyak 106 orang dari sebelumnya.

Ia juga mengatakan bahwa jumlah total dari KPPS dan petugas ketertiban yang akan bertugas di pencoblosan nanti berjumlah sebanyak 10.818 orang yang akan betugas di 1.202 TPS di 4 Kecamatan dan 43 Desa/Kelurahan seluruh Kota Denpasar.

Baca juga: 50 Persen Dana BOS Bisa untuk Gaji Guru Honor, Tahun Depan Gaji Guru Kontrak Jadi Rp 60 Ribu per Jam

Baca juga: Parpol Minta KPU Gerak Cepat Segera Ganti KPPS yang Reaktif, Keselamatan dan Kesehatan Paling Utama

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Imbau Masyarakat untuk Lebih Memanfaatkan Layanan Digital

Pihaknya mengatakan bahwa sesuai prosedur mereka yang dinyatakan reaktif tanpa gejala diwajibkan menjalani isolasi secara mandiri.

“KPU Denpasar memastikan hasil reaktif ini bukan berarti positif covid-19,” jelasnya.

KPU Kota Denpasar saat ini berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Denpasar untuk tindak lanjut temuan tersebut.

“Penanganan status reaktif menjadi kewenangan satgas Covid-19 melalui satgas/puskesmas di tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan dan RS Wangaya,” paparnya.

Ia juga mengatakan bahwa perlakuan untuk hasil rapid test yang reaktif adalah PPS dapat mengganti yang bersangkutan, PPS dapat tidak mengganti yang bersangkutan dengan berpedoman pada hasil konsultasi dengan satgas Covid-19 dengan surat keterangan telah menjalani isolasi dan tidak ada gejala dan sampai dengan waktu dimulainya masa kerja KPPS pada 24 Nopember 2020 – 5 Desember 2020.

Seperti diketahui rapid test yang digelar selama empat hari berturut turut tersebut dilakukan bertujuan untuk memastikan pelaksanaan pilkada serentak pada 9 Desember mendatang lebih aman dan sesuai protokol kesehatan Covid-19. (*)

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply