50 Persen Dana BOS Bisa untuk Gaji Guru Honor, Tahun Depan Gaji Guru Kontrak Jadi Rp 60 Ribu per Jam

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Hingga saat ini, Buleleng masih mengalami krisis guru, utamanya di tingkat SD dan SMP.

Dimana, jumlah yang masih dibutuhkan sekitar 2.026 orang.

Untuk itu, diharapkan Pemkab bisa segera melakukan pengangkatan guru kontrak.

 Hal tersebut diungkapkan Ketua Fraksi Golkar, Gede Wandira Adi dalam Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Buleleng, atas Ranperda APBD Tahun Anggaran 2021, pada Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Parpol Minta KPU Gerak Cepat Segera Ganti KPPS yang Reaktif, Keselamatan dan Kesehatan Paling Utama

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Imbau Masyarakat untuk Lebih Memanfaatkan Layanan Digital

Baca juga: Lima Kursi Eselon II di Pemkab Badung Kini Masih Lowong, Ditambah Dua Kadis Baru Pensiun

Dalam kesempatan itu, Wandira juga menyoroti upah yang diterima oleh para guru honor dan kontrak yang masih jauh dibawah UMR Buleleng.

Dimana, untuk guru honor dibayar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan, sementara guru kontrak Rp 1.2 juta per bulan.

 “Ini jauh dari standar UMR Buleleng, padahal mereka juga bertugas sama seperti guru PNS.

Bagaimana mereka bisa bekerja tenang mencerdaskan kehidupan bangsa, manakala kehidupan mereka morat-marit,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Buleleng, Gede Suyasa tidak menampik jika Buleleng masih kekurangan ribuan guru.

 Namun untuk mengangkat guru honor menjadi guru kontrak tidak semuanya bisa dilakukan karena terbatasnya anggaran yang dimiliki.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply