Tak Hanya Jadi Penyumbang Terbanyak Kasus COVID-19 Harian, Wilayah Ini Juga Tambah Korban Jiwa

Ilustrasi. (BP/tomik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Selasa (17/11), tambahan kasus COVID-19 di Bali mengalami kenaikan dibanding sehari sebelumnya. Dari data Satgas Penanganan COVID-19 Bali, jumlah terkonfirmasi hari ini mencapai 89 orang sehingga kumulatifnya menjadi 12.848 orang.

Dilihat dari jenis penularannya, kasus terbanyak adalah transmisi lokal dengan jumlah 12.446 orang. Disusul pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) sebanyak 305 dan pelaku perjalanan dalam daerah (PPDN) 97 orang.

Untuk sebaran kasus baru, satu kabupaten nihil tambahan yaitu Jembrana. Sisanya melaporkan kasus dari 10 orang dan di bawah itu.

Hanya ada dua wilayah yang sumbangkan kasus mencapai puluhan orang. Terbanyak disumbangkan Denpasar yang melonjak mencapai 32 warganya terkonfirmasi COVID-19. Disusul Tabanan dengan 24 kasus baru.

Kemudian ada Badung yang melaporkan 10 kasus baru, Karangasem 9 kasus, Gianyar 6 orang, Buleleng 4 orang, Klungkung 2 orang, dan Bangli 1 orang. Terdapat pula 1 warga dari kabupaten lainnya yang dilaporkan positif.

Sementara itu, tambahan pasien sembuh masih dilaporkan. Terdapat 51 orang yang dicatatkan sudah sembuh pada hari ini.

Kumulatif kasusnya menjadi 11.753 orang. Terdapat 1 kabupaten yang nihil tambahan pasien sembuh, yaitu Bangli. Sedangkan 8 kabupaten lainnya melaporkan tambahan pasien sembuh dengan dominasi ada di 2 wilayah. Yakni Denpasar 19 orang dan Badung 12 orang.

Sisanya, 6 kabupaten melaporkan kasus di bawah 10 orang. Rinciannya Karangasem 6 orang, Tabanan 4 orang, Buleleng dan Gianyar 3 orang, Jembrana dan Klungkung sama-sama melaporkan 1 tambahan pasien sembuh.

Kasus Meninggal

Terdapat 2 tambahan korban jiwa yang dilaporkan. Kumulatif kasus menjadi 407 orang dengan rincian 404 WNI dan 3 WNA.

Dua wilayah yang melaporkan tambahan pasien meninggal adalah Denpasar dan Buleleng. Jadi, Denpasar tak hanya menjadi penyumbang kasus harian terbanyak namun juga melaporkan tambahan korban jiwa.

Untuk sebaran kasus meninggal, Denpasar ada di posisi pertama dengan 82 korban jiwa. Gianyar menduduki peringkat kedua dengan 70 orang meninggal. Posisi ketiga diduduki Buleleng dengan 55 orang meninggal.

Sementara itu di posisi keempat adalah Karangasem 51 orang. Badung ada di posisi kelima dengan 46 orang meninggal.

Sedangkan Tabanan di posisi keenam dengan 38 kasus meninggal. Posisi ketujuh adalah Bangli dengan 34 kasus.

Klungkung yang melaporkan 17 orang meninggal di posisi kedelapan. Posisi terakhir diduduki Jembrana dengan 11 kasus meninggal.

Kasus Aktif

Kumulatif kasus aktif sebanyak 688 orang. Gianyar ada di posisi pertama dengan jumlah kasus aktif 188 orang. Denpasar ada di posisi kedua dengan jumlah 169 orang.

Ada di posisi ketiga dengan 113 kasus aktif adalah Badung. Peringkat keempat diduduki Tabanan dengan 85 kasus. Karangasem di posisi kelima dengan 49 kasus.

Klungkung di posisi keenam dengan 26 kasus aktif. Selanjutnya ada Buleleng di posisi ketujuh dengan 25 kasus aktif.

Jembrana ada di posisi kedelapan dengan 19 kasus aktif. Posisi kesembilan dipegang Bangli dengan 10 kasus aktif.

Juga masih ada 3 orang dari kabupaten lainnya dan 1 WNA yang dirawat. (Diah Dewi/balipost)

Sumber https://www.balipost.com/news/2020/11/17/158211/Tak-Hanya-Jadi-Penyumbang-Terbanyak…html

Leave a Reply