Sempat Hilang, WN Argentina Ditemukan Tewas Mengambang di Air Terjun

SINGARAJA– Seorang warga negara asing (WNA) asal Argentina dilaporkan menghilang di kawasan hutan Kecamatan Sukasada.

WNA yang belakangan diketahui bernama Pablo Augusto, 38, itu ditemukan dalam kondisi tewas mengambang di Air Terjun Cemara.

WNA yang tinggal di kawasan Ubud itu sebenarnya telah dilaporkan menghilang sejak Senin (16/11) lalu. Tadinya Pablo bersama 20 orang rekannya sedang melakukan camping di sekitar Air Terjun Canging pada Sabtu (14/11) dan Minggu (15/11) lalu.

Pada Minggu rekan-rekannya memutuskan berkemas, kembali ke rumah masing-masing. Demikian pula dengan Pablo.

Di tengah perjalanan turun dari areal hutan, salah seorang rekannya menyadari bahwa Pablo terpisah dari rombongan. Rekan-rekannya pun langsung melaporkan pada aparat di Desa Sambangan dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

Pada minggu sore sempat dilakukan pencarian, namun hasilnya nihil. Selanjutnya pada Senin (16/11), Ketua Pokdarwis Tunjung Mekar Desa Sambangan, Dedi Sastra Wirawan melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Sukasada.

Aparat kepolisian, dibantu TNI, linmas, pecalang, serta aparat desa, sempat melakukan pencarian sejak Senin pagi hingga sore. Lagi-lagi hasilnya nihil.

Kemarin proses pencarian akhirnya dibantu oleh Pos SAR Buleleng. Polisi juga mengerahkan seekor anjing pelacak untuk melakukan pencarian. Korban ditemukan sekitar pukul 11.55 di Air Terjun Cemara, dalam kondisi mengambang tak bernyawa.

Lokasi ditemukannya korban sekitar 2 kilometer dari lokasi hilangnya korban.

“Korban dilaporkan hilang sejak hari Minggu. Tapi laporan baru kami terima pagi tadi. Kami langsung terjunkan 7 orang personil. Korban kami temukan dalam kondisi meninggal dunia di sungai. Jaraknya sekitar 20 menit jalan kaki dari lokasi perkemahan korban bersama keluarganya,” kata Kepala Kantor SAR Denpasar, Gede Darmada.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sukasada Iptu Dewa Putu Sudiasa mengungkapkan, korban diduga depresi sehingga memisahkan diri dari keluarganya. Setelah memisahkan diri, diduga korban melakukan aksi bunuh diri. Hingga akhirnya jenazah korban ditemukan di sekitar Air Terjun Cemara.

“Informasi dari keluarga, memang punya riwayat depresi. Selain itu sempat korban ini memisahkan diri juga saat kemah di Tabanan. Tapi akhirnya pulang sendiri,” jelas Sudiasa.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, pihak kepolisian berencana melakukan otopsi. Hanya saja proses itu masih menanti persetujuan dari keluarga.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply