Polres Buleleng Ambil Alih Penyidikan Kasus Pembunuhan di Kubutambahan

SINGARAJA– Satuan Reskrim Polres Buleleng mengambil alih proses penyidikan terhadap kasus pembunuhan yang terjadi di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan.

Pengambilalihan penyidikan kasus, ini karena karena polres menilai kasus berdarah di Kubutambahan masuk kategori penganiayaan berat.

Seperti dibenarkan Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya.

Saat dikonfirmasi, Selasa (17/11), ia mengatakan, jika polisi tengah melakukan penyidikan dan pengembangan kasus.

Ketut Mudrayasa, 32, yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut, tengah menjalani proses pemeriksaan secara maraton.

“Statusnya sudah tersangka. Penyidik masih melakukan penggalian, apa motifnya, bagaimana modusnya. Penyidik masih bekerja,” kata Sumarjaya saat ditemui di Mapolres Buleleng.

Selain memeriksa tersangka, polisi juga tengah memeriksa 5 orang saksi terkait kasus tersebut.

Para saksi itu, yakni meliputi keluarga korban dan warga yang tinggal di sekitar tempat kejadian perkara.

“Hari ini bertahap dilakukan pemeriksaan saksi-saksi di Mapolres (Buleleng). Ada 5 orang yang akan diperiksa. Semuanya saksi itu yang diduga tahu terkait kejadian ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut Sumarjaya mengatakan, tindak pidana yang dilakukan tersangka tergolong penganiayaan berat. Ancaman hukumannya pun di atas 5 tahun penjara. Merujuk pada KUHAP, kasus dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara, harus didampingi oleh pengacara.

“Pengacara itu bisa ditunjuk oleh tersangka. Kalau tidak mampu, akan disediakan oleh penyidik. Sampai siang ini, saya dengar tersangka belum menunjuk pengacara,” katanya lagi.

Apakah ada kemungkinan penambahan tersangka? Sumarjaya menyebut sejauh ini polisi baru menetapkan seorang tersangka.

“Sementara satu orang. Pengakuan tersangka dia melakukan aksi seorang diri. Nanti akan dilakukan cross check lagi,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pertengkaran berdarah terjadi di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan pada Senin (17/11) sore lalu.

Seorang pria bernama Gede Mertayasa alias Tangkas, 38, tewas dibacok oleh Ketut Mudrayasa, 32. Keduanya sebenarnya tinggal berdekatan.

Diduga aksi tersebut dipicu dendam lama antara antara keluarga tersangka dengan keluarga korban. Kini tersangka ditahan di Mapolres Buleleng.

Tersangka dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply