Sebelum Pindah, Irjen Golose Minta Kasus Persetubuhan Anak Dituntaskan

SINGARAJA– Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Buleleng, menjadi perhatian khusus Polda Bali.

Bahkan sebelum pindah tugas, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose meminta agar penyidik di Polres Buleleng segera menuntaskan proses penyidikan terhadap kasus tersebut.

Terutama pada tersangka yang masuk kategori dewasa.

Hal itu diungkapkan Kapolda Golose, saat menghadiri peresmian Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Buleleng, di Jalan Surapati, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, Senin (16/11).

Golose menyatakan dengan diresmikannya Gedung SPKT tersebut, itu berarti Polres Buleleng memiliki areal yang lebih luas untuk proses tindakan kepolisian. Sebab beberapa prosedur layanan publik, sudah dipindahkan ke gedung SPKT.

Rencananya Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) akan menempati gedung baru. Sehingga proses pelayanan dan penyidikan menjadi lebih optimal.

 “Kita sudah punya tempat yang baru untuk pelayanan perempuan dan anak. Jadi kami pastikan ini pasti diproses,” kata Golose.

Ia mengakui Polda Bali memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Pihaknya bahkan secara khusus menugaskan tim dari Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Reskrimum) untuk memantau kasus tersebut.

“Saya sudah kirim tim asistensi. Memastikan agar proses penyidikan yang dilakukan sesuai SOP. Ini tetap kami monitor dan saya pastikan kasus ini segera tuntas,” tegasnya.

Sementara itu Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengatakan pihaknya masih menanti hasil pendampingan dari Badan Pemasyarakatan (Bapas) Denpasar. Sebab ada tujuh orang anak yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

“Kami masih menunggu hasil Bapas. Dalam waktu singkat, saat pemeriksaan saksi-saksi sudah rampung, pasti kami limpahkan pada kejaksaan,” kata Sumarjaya.

Seperti diberitakan sebelumnya polisi menangkap 11 orang yang diduga terlibat dalam aksi persetubuhan yang menimpa Mawar, 12, pelajar asal Kecamatan Buleleng.

Mereka adalah Kadek Arya Gunawan alias Berit, Putu Rudi Ariawan alias Rudi, Gede Putra Ariawan alias Wawan, Kadek Candra Yasa, serta tujuh orang lainnya yang masih di bawah umur. Pelaku di bawah umur berinisial KD yang mengaku sebagai pacar korban, KJ, T, GP, GA, E, dan S.

Seluruh pelaku akan tetap menjalani proses pemeriksaan dan pemberkasan sebagaimana proses pro justitia. Khusus para pelaku di bawah umur, nantinya akan menjalani proses diversi di pengadilan. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply