Pipa Putus, Belasan Ribu Pelanggan PDAM Klungkung Terkena Dampak

SEMARAPURA – Pendistribusian air terhadap belasan ribu pelanggan PDAM Tirta Mahottama Kabupaten Klungkung mengalami gangguan mulai Minggu (15/11) sekitar pukul 05.00.

Hal itu terjadi lantaran putusnya pipa transmisi di mata air Rendang, Kabupaten Karangasem. Perbaikan masih berlangsung kemarin dan diperkirakan dapat selesai dilakukan hari itu juga.

Hanya saja pendistribusian air diperkirakan belum bisa berjalan normal hingga hari ini. Direktur PDAM Klungkung I Nyoman Renin Suyasa membenarkan putusnya pipa transmisi di mata air Rendang.

Menurutnya, putusnya pipa transmisi di mata air Rendang terjadi lantaran tekanan balik air yang cukup kuat setelah mesin pengangkat air kembali beroperasi.

“Berdasar laporan petugas, sempat terjadi pemadaman listrik dini hari tadi. Setelah listrik kembali hidup dan mesin kembali beroperasi, terjadi tekanan balik. Itu yang menyebabkan pipa putus,” terangnya.

Akibat putusnya pipa transmisi itu, sebagian besar pelanggan PDAM Klungkung di Kecamatan Klungkung, Dusun Penasan, Dusun Banda, dan Dusun Uma Salakan, Kecamatan Banjarangkan tidak dapat menikmati air PDAM Klungkung.

“Pelanggan di wilayah itu ada sekitar 15 ribu pelanggan. Sebagian besar terdampak tetapi ada sebagian yang tidak terdampak karena sumber mata airnya tidak dari sana (mata air Rendang),” ujarnya.

Agar kebutuhan air masyarakat Klungkung yang terdampak dapat terpenuhi, pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan BPBD,

Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, serta Pemadam Kebakaran Klungkung untuk melakukan pendistribusian air kepada masyarakat.

Ada empat mobil tangki air yang dikerahkan untuk mendistribusikan air kepada masyarakat yang terdampak putusnya pipa transmisi tersebut.

“Sejak pagi hari sudah dilakukan pendistribusian air,” katanya. Lebih lanjut diungkapkannya, perbaikan pipa telah dilakukan sejak pagi dan masih berlangsung hingga sore kemarin.

Pihaknya menargetkan perbaikan selesai dilakukan kemarin sehingga air bisa mengalir ke rumah-rumah warga hari ini.

Meski diakuinya butuh waktu untuk melakukan normalisasi. “Semoga besok air sudah mengalir. Namun, memang belum normal,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang warga terdampak putusnya pipa tersebut, Komang Sri yang tinggal di Desa Kamasan mengaku tidak mandi.

Sebab air yang ia miliki hanya cukup untuk kebutuhan memasak. “Saya tidak kalau airnya mati. Waktu buka keran, airnya sudah tidak mengalir. Belum sempat menampung air,” ujarnya. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply