Jokowi Minta Satgas Covid-19, TNI dan Polri Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

TRIBUN-BALI.COM – Pemerintah pusat hingga saat ini masih berkonsentrasi pada penanganan covid-19 di tanah air.

Sejumlah langkah sudah dilakukan untuk meminimalisir virus yang bermula dari Kota Wuhan China ini.

Presiden Joko Widodo meminta Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo tak sekadar mengimbau masyarakat agar tak melanggar protokol kesehatan.

Baca juga: Polres Badung Perketat Akses Masuk Mapolres Lewat Penerapan Prokes

Baca juga: AKBP Yogi Menangis, Benarkan Jaksa Pinangki Operasi Plastik di Amerika dan Cerita Rumah Tangga Retak

Baca juga: Edarkan Sabu, Ekstasi dan Ganja, Moch Erlangga Dituntut 17 Tahun Penjara

Baca juga: Lab PCR di RSUD Wangaya Diujicoba hingga 23 November 2020, Biaya Setting Ruangan Rp 150 Juta

Ia meminta Kapolri, Panglima TNI, dan Ketua Satgas Covid-19 menindak tegas pihak yang melanggar protokol kesehatan.

“Jadi jangan hanya sekadar imbauan, tapi harus diikuti dengan pengawasan dan penegakan aturan secara konkret di lapangan,” kata Jokowi lewat siaran pers resmi Istana Kepresidenan, Senin (16/11/2020).

Ia mengingatkan bahwa keselamatan rakyat di tengah pandemi Covid-19 saat ini merupakan hukum tertinggi.

Oleh sebab itu, penegakan disiplin terhadap protokol kesehatan sudah semestinya dilakukan dengan tegas.

Presiden menjelaskan bahwa penegakan disiplin protokol kesehatan harus dilakukan karena tidak ada satupun orang yang saat ini memiliki kekebalan terhadap virus korona dan bisa menularkan ke yang lainnya di dalam kerumunan.

Jokowi menambahkan ketegasan tersebut diperlukan mengingat berdasarkan data terakhir per 15 November lalu, rata-rata kasus aktif Covid-19 di Indonesia sudah berada pada angka 12,82 persen yang jauh lebih rendah daripada rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 27,85 persen.

Rata-rata kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia, menurut Presiden, juga bagus, yakni mencapai 83,92 persen yang jauh lebih baik dibandingkan dengan angka kesembuhan dunia di angka 69,73 persen.

Baca juga: Nelayan Tewas Tersambar Petir saat Membersihkan Perahu

Baca juga: Penerima Hibah Pariwisata di Badung Tandatangani NPHD, Pjs Bupati: Harapan untuk Memulihkan Ekonomi

“Angka-angka yang bagus ini jangan sampai rusak gara-gara kita kehilangan fokus kendali karena tidak berani mengambil tindakan hukum yang tegas di lapangan,” imbuhnya.

Adapun beberapa hari lalu, kerumunan besar terjadi saat massa FPI menyambut kedatangan Pimpinan FPI Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta.

Kerumunan tersebut berlanjut dalam acara pernikahan anak Rizieq Shihan beserta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman Pimpinan FPI itu.

Akibat terjadinya kerumunan massa yang besar itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi dicopot dari jabatannya karena dinilai lalai dalam menegakkan protokol kesehatan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Jokowi: TNI-Polri dan Satgas Covid-19 Jangan Cuma Mengimbau, Tindak Tegas”

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply