Jika Kegiatannya Menimbulkan Kerumunan Lagi, Imam Besar FPI Rizieq Shihab Akan Didenda Rp 100 Juta

TRIBUN-BALI.COM – Adanya kerumunan orang di acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan resepsi pernikahan putri Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menjadi perbincangan banyak orang terutama di media sosial.

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjend TNI Doni Monardo angkat bicara. 

Seperti diketahui, acara yang digelar keluarga Rizieq Shihab itu dilakukan pada Sabtu (14/11/2020).

Akibat gelaran acara tersebut, menimbulkan kerumunan massa dalam jumlah besar, yang menurut klaim pihak penyelenggara, tamu yang datang mencapai 10.000 ribu orang.

Setelah acara itu dihelat, Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjatuhkan sanksi kepada Rizieq Shihab berupa denda sebesar Rp 50 juta. Denda itu konon langsung dibayarkan secara tunai.

Baca juga: Nikita Mirzani Terancam Dipolisikan Oleh FMPU Setelah Berkomentar Tentang Rizieq Shihab 

Baca juga: Izin Kerumunan Acara Rizieq Shihab Dipertanyakan, Instagram Anies Baswedan Diserbu Warganet 

Menanggapi denda yang diberikan kepada Rizieq Shihab, Doni Monardo yang merupakan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tersebut mengapresiasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sebab, Doni menilai Anies telah mengambil langkah tegas dan terukur dalam menindak pelanggaran terkait kerumanan massa di tengah masih mewabahnya pandemi virus corona atau Covid-19.

Itu dengan mengerahkan tim yang dipimpin oleh Kasatpol PP DKI Jakarta untuk menindak pelanggaran dengan menyampaikan surat denda administrasi senilai Rp 50 juta.

Doni mengatakan, denda yang dikenakan kepada pimpinan FPI Rizieq Shihab sejauh ini merupakan yang terbesar selama pandemi Covid-19.

Namun demikian, Doni mengingatkan denda pelanggaran protokol kesehatan itu akan semakin berlipat, jika Rizieq Shihab kembali mengulanginya.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply