Diduga Lakukan Pencabulan, Tersangka WN Prancis Dilimpahkan ke Kejari Denpasar

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pihak penyidik Polda Bali melakukan pelimpahan tahap II terhadap tersangka Emannuel Alain Pascal Maillet (53) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Senin (16/11/2020).

Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis ini dilimpahkan karena diduga melakukan pencabulan atau paedofil terhadap anak dibawah umur.

Terkait pelimpahan tersangka tersebut dibenarkan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Denpasar, I Wayan Eka Widanta.

“Tersangka Emannuel Alain Pascal Maillet asal Perancis sudah dilimpahkan dan diterima oleh jaksa penuntut. Tersangka diduga melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur. Tadi pelimpahan dilakukan secara teleconference,” terangnya saat dikonfirmasi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gede Mertayasa Tewas Ditikam dengan Badik, Diduga Dendam Lama

Baca juga: Pemprov Bali Tetapkan Lokasi Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali Seluas 334,62 Hektare

Baca juga: Berusia Satu Dekade, Ekonom Unair Rumayya Menganggap Sangat Sulit Bagi Kompetitor Mengejar Gojek

Kembali dijelaskan Eka Widanta, usai dilakukan pelimpahan, tersangka kelahiran Angers, 4 Maret 1967 tersebut akan menjalani penahanan oleh jaksa penuntut selama 20 hari kedepan.

Sementara itu, untuk jaksa yang ditunjuk menangani perkara ini adalah jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

“Jaksa penuntut langsung melakukan penahanan terhadap tersangka hingga 20 hari kedepan. Tersangka untuk sementara dititipkan penahanannya di rutan Polda Bali. Mengenai pelimpahan ke pengadilan, begitu dakwaan rampung segera dilimpahkan ke pengadilan,” ujarnya.

Terkait pasal yang disangkakan kata Eka Widanta, tersangka pemegang Pasport No. 17DC08525 ini dinilai melanggar Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76 E UU RI No.17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah No.1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Diungkap dalam berkas perkara, bahwa tersangka diduga melakukan pencabulan terhadap anak korban inisial WN sejak tahun 2017.

Dalam kurun waktu 2017 hingga dilaporkan, tersangka telah melakukan pencabulan sebanyak 10 kali terhadap anak korban.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply