Anies Baswedan Akhirnya Jawab Kritikan Soal Acara Pimpinan FPI Rizieq Shihab, Begini Penjelasannya

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Adanya kerumunan dengan ribuan massa di acara pernikahan anak Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di kawasan Petamburan, Jakarta membuat gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat kritikan. 

Menjawab kritikan tersebut, Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI Jakarta tidak main-main dan serius dalam menegakkan protokol kesehatan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

Menurutnya ketegasan tersebut tercermin dalam sanksi yang diberikan oleh penyelenggaraan acara pernikahan putri Rizieq Shihab.

“Jadi Jakarta itu serius di dalam usaha untuk menegakkan protokol kesehatan. Keseriusan itu dicerminkan dengan aturan dan sanksi denda,” ujar Anies saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (16/11/2020).

Baca juga: Diduga Buntut Acara yang Digelar Rizieq Shihab, Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat Dicopot

Baca juga: Jika Kegiatannya Menimbulkan Kerumunan Lagi, Imam Besar FPI Rizieq Shihab Akan Didenda Rp 100 Juta

Anies mengatakan, sanksi denda yang diberikan oleh Rizieq Shihab karena membuat acara yang menimbulkan kerumunan, tidak main-main.

Denda dengan besaran Rp 50 juta, tutur Anies, bisa membuat perilaku orang yang dijatuhi denda berbeda.

“Rp 50 juta itu membentuk perilaku, karena begitu orang dengan Rp 50 juta, beda perilakunya dengan sanksi Rp 50.000 – Rp 200.000,” kata Anies.

Itupun, lanjut Anies, sudah diterapkan dalam banyak kasus.

Hanya saja saat ini karena kasusnya mengundang perhatian publik jadi sanksi denda bisa tersorot.

“Hanya saja selama ini kan tidak kelihatan, sekarang kan kelihatan,” kata Anies.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply