Galery dan Kafe di Ubud Terbakar, Kerugian Miliaran Rupiah

Lokasi kebakaran di Omah Gelato, Jalan Raya Tebongkang Desa Singakerta, Ubud, Sabtu (14/11) malam. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Warga digegerkan dengan insiden kebakaran di sebuah galery dan kafe Omah Gelato di Jalan Raya Tebongkang, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, pada Sabtu (14/11) malam. Akibat kejadian ini diperkirakan pemilik usaha I Nyoman Birit mengalami kerugian miliaran rupiah.

Meski demikian pria 54 tahun ini belum melapor ke polisi. Imformasi dihimpun Minggu (15/11), kafe yang dibuka secara resmi seminggu lalu ini terbakar pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WITA.

Bahkan saat kejadian, pengendara tidak berani melintas lantaran seluruh bangunan berbahan kaca. Meski demikian warga setempat berupaya memadamkan api hingga menghubungi Petugas Pemadam.

Dikonfirmasi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang juga membidangi Pemadam Kebakaran (Damkar) Gianyar, I Made Watha menjelaskan pihaknya telah turun ke lapangan melakukan pemadaman saat kejadian. Disebutkan usai menerima laporan anggotanya telah di lokasi sekitar pukul 23.00 WITA. “Sudah kita atensi dengan pengerahan lima armada, begitu mendapat laporan regu kita terjun ke lokas,” katanya.

Diperkirakan kerugian akibat kebakaran ini sekitar Rp 800 juta lebih. Sementara penyebab kebakaran masih menjadi penyelidikan aparat kepolisian. “Penyebabnya masih dalam lidik pihak yang berwenang,” jelasnya.

Kejadian ini membakar hampir seluruh kawasan omah gelato berupa galery dan cafe. Dengan jumlah yang terbakar satu unit yang memiliki luas 6,6 meter x 30 meter. “Pemiliknya Nyoman Birit, Kami kerahkan lima armada yaitu BW 06, 07, 08, 09 dan 10. Penanganannya juga cukup lama, sekitar 1 jam lebih karena lokasi kejadian luas dan kobaran api besar,” katanya.

Sementara I Nyoman Birit mengatakan akibat kejadian ini pihaknya mengalami banyak kerugian. Mulai dari bangunan hingga sejumlah mesin yang ada di kawasan tersebut. “Kerugian banyak sekali, dari segi bangunan saja sudah semua hancur, kalau dari segi mesin besar kerugian, mesin-mesin saja diatas 1 miliar, ditambah bangunan sampai kerugian dua setengah miliar,” katanya.

Disinggung terkait unsur kesengajaan dari kejadian ini, ia mengaku belum memikirkan kearah tersebut. Pihaknya pun pasrah dengan kejadian ini. “Saya belum ada rencana kearah itu, saya juga belum lapor polisi, walau tadi malam banyak polisi yang ke sini,” katanya. (Manik Astajaya/balipost)

Sumber https://www.balipost.com/news/2020/11/15/157776/Galery-dan-Kafe-di-Ubud…html

Leave a Reply