Kisah Lima Pelajar di Bali Tersesat Mendaki di Gunung Batu Karu Tabanan, Hanya Andalkan Senter HP

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Lima pelajar yang sempat tersesat di Gunung Batu Karu, Tabanan ditemukan dalam kondisi selamat pada Sabtu (14/11/2020) dini hari Wita.

Menurut laporan yang diterima Basarnas Bali, Jumat (13/11/2020) pukul 22.30 Wita.

Kelima pelajar tersebut mulai mendaki pada pukul 19.00 Wita.

Namun, setelah menempuh perjalanan selama dua setengah jam mereka tidak sampai di puncak gunung atau kembali ke tempat mereka mulai mendaki.

Baca juga: Diduga Tak Ikuti SOP Pendakian, Lima Pelajar Tersesat di Gunung Batukaru Tabanan

Baca juga: Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Tabanan Capai 90,09 Persen

Baca juga: Alex Marquez Alami Crash Serupa dengan Sang Kakak, Marc Marquez, Begini Kondisinya

Kelima pelajar itu bernama I Wayan Bagus Suarnatha (18), Wahyu (18), Ngurah (18), Rapta (17) dan Fredi (19).

“Kami terima laporan dari salah seorang target, perkiraan posisi pencarian yakni 800 meter dari Pura Malen,” ujar Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada, Sabtu (14/11/2020).

Menurut Darmana, penyebab tersesatnya para pelajar tersebut karena mereka tidak mengenal jalur pendakian dan tidak membawa alat penerang.

Padahal dalam SOP pendakian, para pendaki wajib melengkapi peralatan dan bekal yang cukup.

Pendaki pun wajib mengetahui jalur pendakian yang hendak dilewati.

“Saat mendaki, sepertinya mereka menganggap remeh prosedur-prosedur pendakian. Tidak mengenal jalur dan memulai pendakian malam hari tanpa membawa perlengkapan yang memadai. Mereka hanya memanfaatkan senter dari HP,” tambahnya.

Gede Darmada mengatakan, Tim SAR Gabungan, pecalang dan perangkat Desa Pujungan melakukan penyisiran di beberapa lokasi yang mereka lewati.

Pada pukul 01.10 Wita, Sabtu (14/11). tim menemukan posisi mereka pada koordinat 8°19’37.77″S – 115° 4’14.86″E. Kondisi mereka baik-baik saja.

Setengah jam berselang Tim Basarnas serta Samapta Polda Bali bergabung dan memberikan pengarahan kepada para pelajar tersebut sebelum diperbolehkan pulang.

Darmada mengimbau siapapun yang akan mendaki gunung agar mematuhi SPO dam peralatan pendukung seperti senter, jas hujan, tenda darurat dan lainnya.

“Bagi pemula yang belum mengenal jalur dan medan pendakian, sebaiknya membawa pemandu lokal. Cara ini lebih aman sehingga tidak menyulitkan orang lain,” ujarnya. (riz)

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply