Perwira TNI AD Gadungan Tipu Wanita di Denpasar, Dicokok Aparat TNI

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Seorang Perwira TNI AD gadungan berhasil dicokok oleh aparat TNI AD yang terdiri dari Personel Piket Ksatrian Praja Raksaka Kepaon, Denpom IX/3 Denpasar dan Tim Intel Korem 163/Wira Satya.

Pria yang merupakan warga sipil berinisial NI tersebut mengaku sebagai Perwira TNI AD berpangkat Kapten dan berdinas di satuan Intel.

Dengan mengaku sebagai Perwira TNI AD, yang bersangkutan melakukan akal bulus penipuan terhadap 2 orang perempuan warga sipil berinisial J seorang pemilik warung ikan bakar serta anaknya yang berstatus mahasiswi berinisial AN.

Berkedok sebagai satuan intel TNI, AN semakin terperangkap bujuk rayu NI hingga terjalin hubungan dekat, NI melancarkan aksinya dengan mengeruk keuntungan meminjam uang tunai jutaan rupiah sebanyak dua kali berdalih ada keperluan.

Baca juga: 6 Drakor Ini Dibintangi Lee Jae Wook, Extraordinary You hingga Memories of the Alhambra

Baca juga: DPD Asita Bali Akan Menggelar Musdalub, Siap Berjuang untuk Memulihkan Pariwisata Bali

Baca juga: Dugaan Klaster Covid-19 dari Nganten dan Kematian Muncul di Ubud

Belakangan akhirnya diketahui NI bukanlah Perwira TNI AD, melainkan warga sipil, J dan AN merasa ditipu dan dirugikan oleh NI. 

Kapenrem 163/Wira Satya, Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia, S.S., menerangkan, NI telah diamankan di tempat tinggalnya di Banjar Merta, Jalan Merta Sandi Nomor 1 Kepaon, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 12.30 Wita.

“Ya, dia warga sipil mengaku sebagai Perwira TNI AD berpangkat Kapten sudah diamankan seorang warga sipil oleh aparat TNI AD, Rabu (11/11/2020) siang,” terang Kapenrem kepada Tribun Bali, Jumat (13/11/2020).

Meskipun berhasil mengelabuhi satu keluarga tersebut dengan mengaku sebagai Perwira TNI AD, namun tak lama aksi tak terpujinya itu berhasil terendus oleh aparat TNI.

Ia pun langsung dibekuk petugas. Yang bersangkutan pun tak berkutik di hadapan petugas.

Kini NI harus mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap pihak kepolisian meringkuk di Kantor Kepolisian Sektor Denpasar Selatan, pada Kamis (12/11/2020) sore kemarin.

“Karena yang bersangkutan adalah warga sipil maka proses hukum atas kesalahan yang dilakukan dilimpahkan dan diserahkan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Denpasar Selatan,” ujar Kapenrem. (*).

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply