Panen Perdana Padi M70D Hasilkan 5.1 Ton

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Upaya meningkatkan produksi pertanian khususnya pada komoditas padi terus dilakukan di Kabupaten Buleleng, Bali.

Melalui Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Buleleng, saat ini tengah dikembangkan benih padi varietas baru M70D di beberapa desa yang ada di bumi panji sakti.

Pada Jumat (13/11/2020), padi M70D tampak mulai dipanen di atas lahan percontohan seluas 20 are, yang terletak di Subak Buug, Desa Sarimekar, Kecamatan Buleleng.

Panen perdana ini dilakukan oleh Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta, dan Ketua HKTI Buleleng I Ketut Mertaya. 

Baca juga: Joe Biden Dikabarkan Sudah Berbicara dengan Paus Fransiskus Setelah Terpilih Jadi Presiden AS

Baca juga: Hadirkan 12 Pemain Baru, Shin Tae-yong Beri Isyaratkan Bongkar Lini Serang Timnas U-19 Indonesia

Baca juga: Kapan Paspor Indonesia dengan Masa Berlaku 10 Tahun Diberlakukan? Begini Kata Imigrasi Ngurah Rai

Kepada Tribun Bali, Ketua HKTI Buleleng, I Ketut Mertaya mengatakan, keunggulan varietas padi M70D ini dapat tumbuh di wilayah kering.

Masa panennya juga lebih pendek, yakni hanya 70-75 hari pasca semai.

Sementara padi varietas lain membutuhkan waktu minimal 100 hari setelah semai. 

“Dari hasil uji coba di Desa Sarimekar ini, terlihat padi M70D ini memang bisa tumbuh dengan baik.  Hasil yang didapatkan sekitar 5.1 ton gabah kering. Lumayan lah, karena ditanam di lahan kering yang diberi air dua minggu sekali, dan hanya menggunakan pupuk cair biasa yang terbuat dari limbah kotoran sapi,” terang Mertaya. 

Mertaya menyebut, setelah Desa Sarimekar, uji coba akan dilakukan di Desa Kerobokan, Bungkulan, Sangsit, Kedis dan Joanyar.

“Kami akan coba menanam di wilayah yang sumber airnya sedikit, sedang dan melimpah. Nanti akan dilihat hasilnya seperti apa, apakah bisa optimal. Setelah itu baru disosialisasikan ke petani-petani yang ada di Buleleng,” ucapnya. 

Sementara, Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra menyebut, gagasan yang dilakukan oleh HKTI Buleleng ini sangat didukung oleh pihaknya untuk ketahanan di Buleleng dan Bali pada umumnya.

Oleh karena itu, dengan adanya uji coba ini, pihaknya bisa mengetahui di wilayah mana sekitarnya padi varietas M70D ini cocok untuk ditanam, berapa jumlah produksi yang dihasilkan, dan bagaimana ketahanan padi pada penyakit. 

“Di Subak Buug ini biasanya panen padi dengan varietas lain kegagalannya tinggi. Sementara dengan menanam M70D ini, hasil yang didapatkan luar biasa. Jadi sangat berpotensi untuk dikembangkan di Buleleng karena bisa meningkatkan Indek Pertanaman (IP) dari yang awalnya 2.5 kali dalam setahun menjadi tiga kali dalam setahun. HKTI bersama Distan akan berupaya menyediakan bibitnya, sehingga kesejahteraan petani meningkat,” tutupnya. (*).

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply