Kariyasa Serukan Anggota DPR Dapil Bali Harus Ikut Tolak RUU Pelarangan Minuman Beralkohol

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sejumlah fraksi di Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengusulkan Rancangan Undang-undang (RUU) Pelarangan Minuman Beralkohol (Minol).

Anggota Badan Legislasi DPR RI Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana, dengan tegas menyatakan menolak RUU kontroversial itu.

Kariyasa menyatakan, pihaknya secara pribadi dan juga Fraksi PDIP akan bersikap lantang untuk melakukan penolakan terhadap RUU Pelarangan Minuman Beralkohol jika nantinya diloloskan dalam agenda prioritas tahun 2021.

“Berbagai komponen di DPR RI, terutama wakil masyarakat dari daerah penghasil minuman beralkohol, juga harus bersikap dan menolak adanya RUU Pelarangan Minuman Beralkohol tersebut,” kata Kariyasa saat dihubungi Tribun Bali melalui sambungan telepon dari Denpasar, Jumat (13/11/2020).

Kariyasa juga mengajak dan menyerukan anggota DPR RI Dapil Bali lainnya, termasuk komponen pariwisata, tokoh-tokoh agama juga harus ikut menolak RUU tersebut.

“Jangan sampai dengan adanya hal-hal begini nanti bisa memecah NKRI. Karena kita tidak ingin situasi sudah seperti ini (Covid-19), daerah-daerah dalam keadaan kesusahan, kemudian muncul RUU ini. Ini akan membahayakan persatuan kita,” tegasnya.

RUU Larangan Minuman Beralkohol ini diusulkan oleh tiga fraksi yakni Fraksi PPP, PKS, dan Gerindra. RUU ini masuk dalam daftar 37 RUU Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020.

Menurut ketiga fraksi pengusul, RUU ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif para peminum minuman beralkohol, menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya minuman beralkohol, dan menciptakan ketertiban dan ketenteraman di masyarakat dari para peminum.

Draf RUU ini terdiri dari tujuh bab dan 24 pasal. Beleid antara lain berisi definisi minuman beralkohol, pengawasan, tata laksana pelarangan, hingga sanksi pidana bagi pihak yang melanggar.

Andaikan RUU ini disahkan menjadi Undang-Undang (UU), maka setiap orang yang memproduksi, menjual (penjual), menyimpan, maupun mengonsumsi alkohol bisa terancam pidana.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply