Data Pasien Covid Meninggal Beda, RS Negara 13 Orang, Satgas 11 Orang

NEGARA – Pandemi Covid – 19 di Jembrana sudah delapan bulan, ratusan orang terpapar virus SARS CoV 2 dengan tingkat kesembuhan mencapai 95 persen.

Namun anehnya pasien terkonfirmasi positif yang meninggal terdapat perbedaan data antara RSU Negara dengan data di website Satuan Tugas Penagangan Covid -19 Jembrana.

Informasi yang dihimpun, pasien terkonfirmasi positif yang meninggal versi RSU Negara sebanyak 13 orang.

Data pasien terkonfimasi positif yang meninggal tersebut bahkan disampaikan dalam akan sosial media milik RSU Negara.

Data mengenai jumlah yang meninggal tersebut dipertanyakan karena ada perbedaan data dengan Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana.

Berdasar data yang terpampang dalam situs resminya, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal sebanyak 11 orang.

Pelaksana tugas Direktur RSU Negara I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, pihaknya hanya mendata pasien terkonfimasi positif yang menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara.

Sehingga terdapat perbedaan data dengan Satgas yang mendata seluruh pasien baik yang di rawat di RSU Negara, rumah sakit lain maupun isolasi mandiri.

Dari kumulatif terkonfirmasi positif yang terdata Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana sejak pandemi sudah 477 orang terkonfirmasi positif Covid-19,

sebanyak 316  orang yang dirawat di isolasi RSU Negara. Sedangkan terkonfirmasi positif meninggal di RSU Negara saja sebanyak 13 orang.

Mengenai data sebanyak 13 orang pasien yang meninggal di RSU Negara, merupakan pasien yang meninggal dalam kondisi sudah terkonfirmasi positif Covid-19 maupun pasien probable dengan hasil swab terkonfirmasi positif.

“Kami sudah koordinasi dengan satgas provinsi dan pusat mengenai data ini. Sudah ada ditemukan benah merahnya letak perbedaan datanya,” ungkapnya.

Menurutnya, melaporkan data pasien meninggal di RSU Negara jika sudah ada hasil uji swab positif, maka laporan tetap sebagai pasien terkonfirmasi positif.

Apabila ada pasien meninggal sedangkan hasil swab belum keluar, maka laporan tetap sebagai pasien probable. Akan tetapi, jika sudah ada hasil swab terkonfirmasi positif, maka data diganti sebagai pasien terkonfirmasi positif.

Sedangkan Satgas Penaganan Covid- 19 Jembrana yang dilaporkan dalam website resminya tetap melaporkan sebagai pasien probable

meski hasil swab terkonfirmasi positif karena tidak berani mengubah data yang sudah dilaporkan, sehingga terjadi perbedaan data.

Setelah dikoordinasikan dengan satgas, hanya perbedaan cara pencatatan data. “Hasil koordinasi kami, nanti data bisa diedit lagi ,” ujar dokter yang juga menjabat sebagai kepala dinas kesehatan ini.

Kepala dinas kesehatan ini menegaskan, data pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal, baik yang meninggal di RSU Negara dan rumah sakit rujukan lainnya sebanyak 16 orang

karena hasil uji laboratorium sudah terkonfirmasi positif Covid-19, meskipun hasil uji swab keluar setelah pasien meninggal.    

Sumber Radar Bali

Leave a Reply