Seorang ABK Meninggal Dunia Saat Perjalanan ke Darat, Polisi Katakan Korban Alami Sakit Ini

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Seorang anak buah kapal (ABK) dari kapal motor (KM) Sanjaya 17 milik PT SBU meninggal dunia saat kapal hendak disandarkan kembali ke darat pada hari Jumat (17/10/2020) siang.

ABK yang diketahui bernama Muhamad Qoirul Huda (20) yang berasal dari Dusun Krajan, Desa Ngepon, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini meninggal dunia karena sakit.

Menurut keterangan Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi saat dikonfirmasi terkait informasi ABK yang meninggal dunia, kapal KM Sanjaya 17 datang dari tengah laut pukul 12.30 wita dan bersandar di dermaga barat Pelabuhan Benoa depan PT SBU dengan membawa mayat ABK Muhamad Qoirul Huda (20) yang meninggal dunia karena sakit.

Baca juga: Duduk Perkara Seorang Warga Desa di Karangasem Diberhentikan sebagai Krama Desa, Bermula karena Ini

Baca juga: Kubu Legend Comeback dengan Kemenangan 4-1, Sading FC dan Perssib Blahkiuh Juara Trofeo

Baca juga: Kredit di LPD Macet, Warga di Desa Adat Peselatan Karangasem Diberhentikan Sebagai Krama Desa

“Benar, seorang ABK kapal meninggal dunia saat hendak dibawa ke darat. Meninggalnya ABK ini karena sakit biri-biri. Usai bersandar kemarin Sabtu, jenazah dievakuasi ke RSUP Sanglah,” ujar Iptu I Ketut Sukadi, Minggu (18/10/2020) siang.

Lebih lanjut kasus yang ditangani Polsek kawasan Pelabuhan Benoa dan Ditpolair Polda Bali ini, diceritakan Kapten Kapal Sanjaya 17 Muhamad Saifudin Hasan (40).

Saat itu kapal Sanjaya 17 dalam perjalanan pulang ke Pelabuhan Benoa, saat akan berangkat dari tengah laut, kapten kapal menerima komunikasi dari Kapten Kapal Sanjaya 21 yakni Junaedi lewat Radio.

Baca juga: Hasil Liga Jerman, Leipzig Teratas Disusul Bayern dan Dortmund

Baca juga: Tanpa Pemberitahuan, Warga Banda Gianyar Resah Listrik Padam Berjam-jam

Baca juga: Bule Rusia Ini Tiba-tiba Putar Arah dan Tabrak Kadek Susanto di Ubud, Keduanya Alami Patah Tulang

Junaedi menyampaikan ke Saifuddin Hasan bahwa ada seorang ABK dari kapal Sanjaya 21 dalam keadaan sakit dan meminta izin untuk dititipkan di kapal Sanjaya 17.

Kapal yang saat itu berangkat dari perairan Kepulauan Aru menuju Pelabuhan Benoa, kemudian membawa Muhamad Qoirul Huda kembali ke daratan.

Namun pada hari Sabtu (17/10/2020) sekitar pukul 10.30 wita pada posisi LS 08.46 BT 115.17 pemuda 20 tahun yang sakit tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia di atas kapal KM Sanjaya 17.

“Untuk laporan ini, sudah ditangani Ditpolair Polda Bali. Korban sendiri, dipastikan mengalami sakit biri-biri,” tambah Iptu I Ketut Sukadi, Minggu (18/10/2020). (*)

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply