Kredit di LPD Macet, Warga di Desa Adat Peselatan Karangasem Diberhentikan Sebagai Krama Desa

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA – Satu keluarga di Desa Adat Peselatan, Desa Labasari, Kecamatan Abang, Karangasem sementara dihentikan sebagai krama adat.

Hal itu lantaran yang bersangkutan tak mampu melunasi pinjamaan hutang di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Peselatan, sesuai waktu yang dtentukan.

Warga yang dihentikan sementara sebagai krama adalah I Nyoman Darma.

Karena itu, Nyoman Darma tidak boleh dipilih menjadi prajuru dan tidak mendapat upasaksi dari Adat.

Jika ada yang meninggal, ia diwajibkan membayar petanjung batu Rp 500 ribu agar bisa makingsan di Pertiwi / Gni (prosesi pemakaman menurut Hindu Bali, red.) di Setra Adat setempat.

Baca juga: Kelahiran Minggu Paing Pahang, Menepati Janji, Ini Jatah Umur dan Peruntungannya

Tidak hanya itu, warga juga dilarang menjenguk atau mesuka duka ke warga yang statusnya diberhentikan sementara sebagai krama di Desa Adat.

Seandainya ada warga yang melanggar atau tidak mematuhi aturan tersebut, akan dikenakan denda berupa satu karung beras atau 100 kilogram beras.

Bandesa Alitan MDA Kec. Abang, Wayan Gede Surya Kusuma, mebenarkan hal tersebut.

Pemberhentian smentara warga sebagai krama dilatar belakangi karena yang bersangkutan tak mampu melunasi pinjaman di LPD.

Diketahui, Nyoman Darma meminjam uang sebesar Rp 10 juta sejak tahun 2015 di LPD Desa Adat Paselatan.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply