DLH Tabanan Imbau Warga Terapkan Teknologi Komposter Skala Rumah Tangga dalam Pengelolaan Sampah

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Dinas Lingkungan Hidup Tabanan menghadiri undangan pelatihan pengolahan sampah teknologi komposter skala rumah tangga yang digelar oleh Pusat Pengolahan Sampah KSM Penebel Berlian di Desa/Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu (18/10/2020).

Pihak Dinas Lingkungan Hidup Tabanan juga memberikan pemaparan mengenai kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Subagia menuturkan, salah satu narasumber Bali Rare Paduraksa juga memperkenalkan teba komposter.

Teba komposter adalah suatu teknologi sebagai aplikasi kehidupan kita di masa lalu, sebab dulunya orang tua terdahulu pernah punya lahan yang luas.

Baca juga: Jalan Menuju Pura Beji di Desa Akah Klungkung Hancur Setelah Diterjang Banjir Bandang

Baca juga: Pendiri Sanggar Printing Mas Wayan Warta Jadi Guest Star Dalam Acara Makedekan Ajak Clekontong Mas

Baca juga: Kondisi Pertanian Bali Tak Berubah Selama 100 Tahun, Prof Rai Tunjukkan Buktinya Lewat Buku Ini

Artinya dulunya leluhur kita memanfaatkan teba (halaman belakang) sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga.

Sehingga hal tersebut menjadi kompos dan ditanami tanaman hortikultura yang tentunya kembali ke dapur.

“Jadi artinya dari dapur ke teba, begitu juga sebaliknya dari teba ke dapur. Hasil kebunnya kita bisa konsumsi, setelah itu ada limbah rumah tangga kembali ke teba tersebut,” jelasnya.

Namun, kata dia, saat ini masyarakat justru jarang yang memiliki teba atau halaman belakang, khususnya di daerah kota.

 Sehingga, pihaknya kini mulai mensosialisasikan atau memperkenalkan modifikasi pengolahan sampah organik yang bernama tekonologi komposter skala rumah tangga dengan menggunakan ember yang mampu menampung minimal 20 kilogram sampah rumah tangga.

Kemudian untuk sampah anorganik di rumah tangga bisa dikerjasamakan dengan bank sampah.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply