Demer Sentil Kader Golkar Bali yang Membelot Jelang Pilkada Serentak, Siapkan Sanksi dan Bawa ke DPP

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Menghadapi coblosan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember 2020, Golkar Bali mulai diwarnai aksi pembelotan.

Setidaknya ada tiga Pilkada di mana kader Golkar melakukan pembelotan.

Pertama di Pilkada Tabanan, yakni mantan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Bali yang juga anggota DPR RI di era Orde Baru, I Gusti Putu Wijaya membelot dengan mendukung pasangan Cabup-Cawabup PDIP.

IGP Wijaya mendukung pasangan nomor urut satu, Komang Gede Sanjaya-Made Edi Wirawan.

Padahal Golkar di Tabanan mengusung pasangan nomor urut dua, AA Ngurah Panji Astika-Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi).

Baca juga: Pilkada Tabanan 2020: Kader PDIP Kediri Digembleng Agar Handal

Baca juga: KPU Tetapkan DPT Pilkada Kota Denpasar 444.929 Pemilih

Baca juga: Golkar Optimis Menang di Pilkada Jembrana, Mantan Anggota DPRD Bali dari PDIP Dukung Pasangan Tepat

Hal serupa juga terjadi di Pilkada Jembrana, yakni Wakil Sekretaris Bidang Politik DPD II Golkar Jembrana, H Nasrun malah mendukung bahkan menjadi relawan duet Made Kembang Hartawan-I Ketut Sugiasa (Bangsa) yang diusung PDIP.

Padahal Golkar di Jembrana mengusung paket I Nengah Tamba-Gede Ngurah Patriana Krisna (Tamba-Ipat).

Pun juga di Pilkada Denpasar, sesepuh Golkar Bali, Ida Tjokorda Pemecutan XI juga terang-terangan mendukung calon PDIP yakni, IGN Jaya Negara-Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa).

Sementara Golkar mengusung duet Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertanegara (Amerta).

Menyikapi pembelotan tersebut, Ketua DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menyayangkan tindakan tersebut.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply