Selain Dilarang Gunakan Kuburan, Warga Desa Juga Dilarang Menegur Sapa

AMLAPURA-Cerita miris dialami I Nyoman Darma, korban sanksi kasepekang di Desa Adat Paselatan, Abang Karangasem. 

Pasalnya, hanya karena masih menunggak hutang di LPD (Lembaga Perkreditan Desa), ia harus menanggung sanksi sangat berat.

Darma dan keluarganya dilarang menggunakan fasilitas desa termasuk setra saat ibu kandungnya I Ketut Wiri meninggal dunia.

Tak hanya itu, sebagai penerima sanksi adat kasepekan (Pengucilan), selain warga dilarang membantu proses penguburan/pemakaman ibunya, oleh adat, warga juga dilarang bertegur sapa dengan kerabat Darma.

Seperti dibenarkan Ketua DPW Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Bali I Nyoman Pasek.

Menurutnya, terungkapnya sanksi kasepekang itu setelah pihaknya melakukan penelurusan (investigasi) dan advokasi langsung pada Sabtu (10/10).

Hasil  investigasi, Pasek membenarkan telah terjadi kasepekang terhadap salah satu warga Paselatan.

Menurutnya, selain dilarang menggunakan fasilitas desa termasuk setra (kuburan), warga juga dilarang bertegur sapa dengan penerima sanksi kasepekang (Keluarga I Nyoman Darma)

“Jadi Kalau melanggar, maka warga yang bersangkutan akan juga kena denda satu karung beras atau sekitar Rp 1 juta,”terang Pasek yang juga mengaku sempat melayat ke rumah duka.

Nah, atas temuan itu, pihaknya langsung menemui Kelian Adat Paselatan dan juga warga kena sanksi

Sumber Radar Bali

Leave a Reply