Jaga Kelestarian Sungai, Kodim Badung Tebar Puluhan Ribu Benih Ikan Nila di Sungai Ulun Carik

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Puluhan ribu benih ikan nila disebar di Sungai Ulun Carik, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali.

Kegiatan penebaran benih Ikan Nila menjadi bagian dari kegiatan non fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 109 Kodim 1611/Badung Tahun Anggaran 2020.

Satgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung menggandeng Karang Taruna Kota Denpasar dan Dinas Perikanan Kota Denpasar melakukan tebar benih bersama pada Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Jaga Imun Tetap Baik di Tengah Pandemi Covid-19, Perwira TNI di Bali Gelar Olahraga Sepeda Santai

Baca juga: Jadwal Belajar dari Rumah Sabtu 17 Oktober 2020, Ada Cerita Sabtu Pagi Klub Rumah Pohon

Baca juga: Soal Pembubaran Tim Akibat Kompetisi Liga I Indonesia Belum Jelas, Ini Jawaban Yabes Tanuri

Pasiter Kodim 1611/Badung Mayor Inf I Made Mustika menuturkan, tujuan kegiatan non fisik ini dalam rangka melestarikan keanekaragaman sumber daya ikan sekaligus meningkatkan produksi ikan air tawar untuk masyarakat.

“Untuk mewujudkan program keanekaragaman sumber daya ikan dan meningkatkan produksi ikan air tawar kami menebar sejumlah 20.000 ekor benih ikan Nila di Sungai Ulun Carik,” kata dia kepada Tribun Bali.

Selain untuk melestarikan keanekaragaman ikan air tawar, kata Pasiter, penebaran benih ikan Nila di sungai ini juga bertujuan untuk memberikan penghasilan tambahan bagi warga Banjar Kertajiwa yang ada di sekitar sungai.

Baca juga: Tiga Terbaik Food Startup Indonesia Program Kemenparekraf Ini Dapat Pembiayaan Pengembangan Usaha

Baca juga: Soal Bandara Bali Utara di Buleleng Pemerintah Diminta Selesaikan Dulu Konfliknya, Baru Bicara

Baca juga: Mitra Devata Menang Telak, Ketua Pordes Kutuh: Terima Kasih Ilmunya

“Kalau ikannya sudah besar dan berkembang biak warga bisa mengambil dengan cara memancingnya,” ucapnya.

Mayor Inf I Made Mustika berharap, masyarakat turut menjaga kelestarian sungai dengan biota air tawarnya.

Ikan nila dipilih karena jenis ikan air tawar ini mudah berkembang biak, sehingga dengan ditebarnya ikan ini diharapkan pula semakin berkembang biak dan warga sekitar dapat menikmati hasilnya untuk pemenuhan gizi keluarga masyarakat sekitar.

“Mancing boleh, tapi kalau ikannya sudah besar dan jangan sekali-kali menangkap atau mencari ikan dengan cara menggunakan obat, habis ikannya kalau menggunakan obat,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply