7 September – 15 Oktober 2020, 425 Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 Terjaring Operasi Yustisi

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga menyampaikan dalam pelaksanaan giat operasi yustisi covid-19 di Kota Denpasar total didapati ada 425 pelanggar periode 7 September – 15 Oktober 2020.

“Selama 7 September – 15 Oktober kemarin rekap data pelanggar protokol kesehatan Pergub 46/2020 dan Perwali 48/2020 total sebanyak 425 pelanggar,” papar Dewa kepada Tribun Bali.

Dirinci olehnya, dari 425 pelanggar tersebiut, 202 di antaranya terkena sanksi administratif berupa denda nominal uang sedangkan, 205 orang dibina dan 18 lainnya digiring menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring).

“Yang digiring ke Tipiring, mereka – mereka yang juga kedapatan melanggar perda ketertiban umum (perda 1 th 2015), jadi di samping salah memakai masker sekisal masker di dagu, juga menggelar barang dagangan/berjualan di atas trotoar,” jelasnya.

Baca juga: Tingkat Pelanggaran Operasi Yustisi Covid-19 Warga Denpasar Mulai Menurun

Baca juga: Update Covid-19: Tujuh Bulan Mengarungi Pandemi, 277.544 Orang Telah Sembuh di Indonesia

Baca juga: Jaga Kelestarian Sungai, Kodim Badung Tebar Puluhan Ribu Benih Ikan Nila di Sungai Ulun Carik

“Bagi yang hanya dibina itu didapati memakai masker tidak sempurna seperti di dagu atau di leher, kami beri peringatan saja tidak didenda, kalau yang didenda mereka yang tidak bawa dan tidak memakai masker,” imbuhnya. 

Operasi yustisi dilaksanakan oleh petugas gabungan dari Polisi, TNI Dinas Perhubungan hingga Satpol PP guna mendisiplinkan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan memutus mata rantai penyebaran covid-19. (*)

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply