Titik Kumpul Keberangkatan Pasien Covid-19 Digeser dari Dishub ke Dinkes Buleleng

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Menanggapi kekhawatiran para sopir yang melalukan uji Kir di Dinas Perhubungan Buleleng, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akhirnya memutuskan untuk mengubah skema pemberangkatan pasien ke provinsi untuk menjalani karantina.

Titik kumpul yang sebelumnya dilakukan di Dinas Perhubungan (Dishub), kini digeser ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng.

Perubahan itu berlaku mulai Jumat (9/10/2020).

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa ditemui Kamis (8/10/2020) tidak menampik jika ada beberapa sopir yang melakukan uji Kir, khawatir terpapar covid-19, setelah pihaknya menjadikan sebagian lapangan parkir Dishub Buleleng sebagai titik kumpul pasien covid-19 sebelum diberangkatkan ke provinsi.

Update Covid-19 Bali, 8 Oktober: Kasus Positif Bertambah 107 Orang, 125 Pasien Sembuh & 7 Meninggal

Jelang Personelnya Pensiun, Kapolres Badung Berikan Pesan Ini Saat Latram

Koordinator MAKI Boyamin Saiman Serahkan SGD 100 Ribu kepada KPK, Diberi Teman Lama

Padahal sesungguhnya, ditegaskan Suyasa jarak antara titik kumpul pasien dengan lokasi uji kir cukup berjauhan, sehingga peluang penularan sangat kecil.

Namun demikian, menanggapi kekhawatiran tersebut, Gugus Tugas akhirnya memutuskan untuk memindahkan titik kumpul di Dinas Kesehatan Buleleng.

“Berdasarkan hasil rapat evaluasi, Kadis Kesehatan menawarkan agar titik kumpul dilakukan di Kantor Dinkes saja. Titik kumpul tetap tidak bisa dilakukan di rumah sakit, karena dikhawatirkan membuat kegaduhan dengan pasien lain yang non covid-19. Sehingga mulai besok (Jumat,red) titik kumupul dilakukan di kantor Dinskes. Pasien dikumpulkan terlebih dahulu disana. Sudah lengkap, baru diangkut dengan bus milik Dishub Buleleng,” terangnya.

Suyasa juga menyebut, armada yang digunakan untuk memberangkatkan pasien ke provinsi akan menyesuaikan dengan jumlah pasien.

Apabila jumlahnya mencapai 10 orang, maka kendaraan yang digunakan adalah bus.

Namun apabila jumlah pasiennya hanya dua sampai lima orang, akan menggunakan mini bus yang juga milik Dishub Buleleng.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply