Pengusaha Sepakat dengan Dewan Pengupahan UMP 2021 Sama Seperti Tahun 2020

TRIBUN-BALI.COM – Pengusaha menyatakan sepakat dengan rekomendasi Dewan Pengupahan Nasional yang mengusulkan agar upah minimum provinsi (UMP) 2021 sama seperti tahun 2020.

“Ya betul kami setuju [dengan rekomendasi Dewan Pengupahan],” ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Kamdani kepada Kontan, Kamis (8/10/2020).

Menurut Shinta, hal tersebut mempertimbangkan kondisi perusahaan yang mengalami kesulitan dari sisi arus kas akibat pandemi Covid-19.

Akibatnya, pengusaha pun mengalami kesulitan untuk bisa mempertahankan usahanya.

Menteri Ida Fauziyah Pastikan Bantuan Subsidi Gaji Tahap V Mulai Disalurkan

Donald Trump Tolak Ikuti Debat Pilpres Kedua Bila Formatnya Diubah Jadi Debat Virtual

Setia dan Melindungi, 4 Zodiak Ini Cocok Jadi Suami Idaman, Pisces Ayah yang Hebat

“Malah ada banyak sektor yang sudah merumahkan karyawannya. Sementara pemulihan ekonomi butuh waktu dan kondisi pengetatan PSBB tentunya tidak membantu,” lanjut Shinta.

Shinta tak menampik bila nantinya formula penghitungan UMP tahun 2021 mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, maka pengusaha akan kesulitan untuk membayar upah tersebut.

Hal senada pun disampaikan oleh Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira.

 Dia berharap ada solusi terbaik berkaitan dengan penentuan UMP 2021.

Menurutnya, bila penetapan UMP 2021 sesuai dengan perhitungan yang ada yakni berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi, mungkin terjadi penurunan lantaran pertumbuhan ekonomi yang negatif dan deflasi yang mungkin terjadi akibat Covid-19.

“Saya melihat pemerintah dan dewan pengupahan sudah punya hitung-hitungan yang memang bisa secara logis dan secara realita ini dimalumkan,” ujar Anggawira.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply