Masyarakat Diminta Awasi Kenetralan Kodim 1619/Tabanan Dalam Pilkada 2020

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Komandan Kodim (Dandim) 1619/Tabanan, Letkol Inf Toni Sri Hartanto menegaskan dirinya beserta anggotanya tetap menjaga netralitas saat Pilkada Tabanan 9 Desember 2020 mendatang.

Pihaknya juga menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan pengamanan Pilkada selama tahapan berlangsung hingga nantinya salah satu calon dilantik.

“Saya tekankan disini, kami di Kodim 1619/Tabanan 100 persen netral. Kami tidak ada berpihak kepada salah satu calon ataupun partai,” katanya, Kamis (8/10/2020).

Dia menegaskan, pihaknya juga minta seluruh pihak terutama masyarakat ikut mengawasi, jika kebetulan melihat keluarga Kodim 1619/Tabanan menunjukan ketidaknetralan dalam Pilkada Tabanan 2020 ini.

Gelombang Tinggi, Nelayan Gumicik Pilih Libur Melaut

Ramalan Zodiak Keuangan 9 Oktober 2020: Tabungan Pisces Mulai Menipis, Leo Sedang Kacau

Belum Ada Desa Wisata di Gianyar Terverifikasi Protokol Kesehatan

“Saya tegaskan masyarakat dan seluruh pihak untuk mengawasi serta mengingatkan jika kebetulan saya atau anggota saya mendukung salah satu pasangan calon segera diingatkan atau dilaporkan. Karena kemungkinan nanti kebetulan saya atau anggota saya bertemu dengan salah satu calon yang kebetulan anggota keluarga. Padahal tidak ada menyinggung tentang politik,” tegas Letkol Toni.

“Intinya jika ada yang mengarah ketidaknetralan bisa diingatkan,” imbuhnya.

Disinggung mengenai kesiapan pengamanan Pilkada 2020, Letkol Toni menyebutkan ada 178 orang personel untuk pengamanan selama Pilkada Tabanan 2020 tanggal 9 Desember.

Kodim 1619/Tabanan juga telah mendapat hibah dari Pemkab Tabanan untuk operasional pengamanan tersebut senilai Rp. 1.5 miliar selama tahapan pemilihan tersebut.

“Ada 178 anggota TNI yang akan melaksanakan pengamanan selama Pilkada tersebar di seluruh wilayah. Mereka akan bertugas sejak awal hingga pelantikan nanti,” ungkapnya.

Toni juga menegaskan, hingga saat ini semua wilayah masih kondusif.

Artinya tak ada daerah rawan atau daerah yang perlu mendapatkan atensi khusus di Tabanan, Bali.

“Tidak ada hal menonjol di Tabanan, selama ini masih kondusif semuanya. Kita juga harapkan Paslon 1 dan 2 mematuhi protokol kesehatan. Kita ingin agar tidak terjadi klaster pilkada. Ini sesuai komitmen untuk melaksanakan Pilkada Damai dan Pilkada yang mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya.(*).

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply