Edarkan SS, Wanita Muda Berparas Cantik Asal Banyuwangi Dibui 10 Tahun

DENPASAR – Sempat berharap-harap cemas menanti putusan, Fitri Yaningsing akhirnya tak mampu menutupi wajah murungnya.

Raut wajah perempuan muda berparas cantik, ini makin tampak murung, sedih dan terlihat sangat kecewa setelah Majelis Hakim pimpinan Kony Hartanto mengganjar dirinya dengan pidana penjara selama 10 tahun.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama empat bulan,” tegas hakim Kony.

Putusan pidana 10 tahun bagi Fitri ini, karena hakim menilai, terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual dan membeli Narkotika golongan I melebihi 5 gram.

Sesuai amar putusan, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang No.35 Tahun 2019 tentang Narkotika. 

Mendengar putusan hakim, perempuan asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu dengan berat hati menyatakan menerima.

“Saya menerima, Yang Mulia,” ucap Fitri dengan nada lirih. 

Begitu juga dengan Ni Made Lumisensi, jaksa penuntut umum yang sebelumnya menuntut pidana penjara bagi Fitri selama 13 tahun juga menyatakan langsung menerima putusan hakim dan selanjutnya perkara ini dinyatakan inkracht atau berkekuatan hukum tetap.

Seperti diketahui, hingga kasus ini bergulir, berawal dari penangkapan Fitri oleh polisi pada 13 Maret 2020 sekitar pukul 13.00,.di Jalan Waribang, Desa Kesiman, Denpasar Timur, Kota Denpasar. 

Mulanya, petugas mendapat informasi dari masyarakat yang menyatakan di seputaran Jalan Waribang sering terjadi transaksi narkotika. Saat dilakukan pemantauan di daerah tersebut petugas mendapati terdakwa sedang menempel atau menaruh satu paket plastik berisi sabu. 

Setelah digeledah, petugas kemudian mengecek ponsel milik terdakwa dan ditemukan pesan masuk dari seseorang bernama Raka. Dalam pesan singkat itu berisi lokasi alamat tempelan sabu yang dipesan terdakwa. 

Petugas kemudian mendatangi lokasi sesuai pesan yang dikirim Raka, tepatnya di pinggir sawah di Jalan Pratu Made Rembug, Gang Bumi Sasih Asri Blok 2F, Banjar Sasih, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar. Di lokasi itu, petugas menemukan 21 paket plastik klip masing-masing berisi sabu. 

Saat bersamaan, terdakwa juga mengaku masih menyimpan sabu di kamar kosnya di Jalan Batur Sari, Banjar Madura, Desa Intaran, Denpasar Selatan. Di sana, petugas kembali menemukan barang bukti berupa 2 plastik klip berisi sabu, satu buah alat hisap, dan satu buah timbangan digital.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply