Bakamla RI Bentuk Relawan Penjaga Laut Nusantara di Banyuwangi

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI – Untuk membantu pengamanan di wilayah laut, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI membentuk Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala).

Pembentukan Rapala ini juga sebagai wadah menampung aspirasi masyarakat yang peduli dengan laut nusantara.

Rapala ini dibentuk di wilayah yang memiliki kawasan laut strategis.

Pembentukan Rapala ini ditandai dengan pelatihan pada 50 anggota Rapala di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi, sejak Selasa hingga Kamis (6-8/10/2020).

Pembentukan dan pembukaan latihan Rapala ini dilakukan Direktur Kerja Sama Bakamla RI, Laksamana Pertama Retiono Kunto.

Edarkan Sabu dan Ekstasi Sejak April, Buruh Bangunan Dituntut 14 Tahun Penjara

Dewi Persik Janji Bantu Pernikahan Mantan Suami, Beri Hadiah Ini untuk Aldi Taher

KBRI Moskow Kenalkan Hubungan Indonesia-Rusia kepada Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta

“Pembentukan relawan ini selain amanat undang-undang 32 tahun 2014 tentang Kelautan, kita juga menampung aspirasi masyarakat yang peduli dengan laut,” jelas Laksma Retiono Kunto. 

Dalam pelatihan, anggota Rapala akan mendapatkan sejumlah kemampuan, mulai kemampuan menjaga diri, membuat pelaporan, penyelamatan, mengidentifikasi dugaan tindak pidana di laut. Semua kemampuan itu memerlukan pelatihan.

“Di pelatihan ini juga diberi pembekalan bagaimana hidup dengan adaptasi kebiasaan baru di era pandemi Covid-19 yang diterapkan di pelatihan ini. Harapannya bisa ditularkan pada masyarakat,” bebernya.

Sofia Kenin Jumpa Petra Kvitova di Semifinal French Open

11.464 Keluarga Penerima Manfaat Dapat Bantuan Beras Tambahan, Diberikan 45 Kg Selama 3 Bulan

Pengadaan Bahan Penunjang Medis, Dinkes Badung Gelontorkan Anggaran Rp 1,1 Miliar

Lebih jauh dijelaskan, sebelum menolong orang anggota Rapala harus bisa menjaga dirinya sendiri.

Oleh karena itulah mereka diberikan pelatihan lebih dahulu.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply