Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Gedung Diklat ASN Banyuwangi Diberi Fasilitas Bak Hotel

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI – Meminimalisir transmisi lokal covid 19, para pasien konfirmasi covid 19 tanpa gejala di Banyuwangi mulai dilakukan karantina secara terpusat.

Mereka menjalani masa isolasi mandiri di Gedung Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Puluhan pasien positif Covid-19 sudah mulai dikarantina di gedung diklat yang berada di Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Agar tak bosan, pasien yang tergolong orang tanpa gejala (OTG) ini mendapatkan fasilitas agar nyaman selama menjalani masa isolasi mandiri.

Personel yang Bertugas Mengamankan Kampanye di Pilkada Badung Diberi APD oleh Wakapolres

8 Universitas Terbaik di Indonesia Dalam Peringkat Kampus Terbaik se-Dunia 2021

Ketua PSSI Minta Pemain Timnas Indonesia U19 Tak Main-main Ikuti Laga Uji Coba Lanjutan di Kroasia

Juru Bicara penanganan Covid-19 Banyuwangi, dr. Widji Lestariono mengatakan saat ini pasien konfirmasi covid 19 terus bertambah setiap harinya.

Hal ini menjadi perhatian dari satgas penanganan covid 19.

“Satgas lalu memutuskan untuk memfasilitasi para pasien OTG covid untuk melakukan isolasi mandiri secara terpusat. Harapannya, dengan isolasi terpisah dari lingkungannya, mereka yang sudah terinfeksi virus corona tidak akan menularkan ke sekitarnya,” kata Rio, panggilan akrab Widji Lestariono, Rabu (7/10/2020).

Dalam menjalani masa isolasi, para pasien OTG harus dalam keadaan fresh, baik kondisi tubuhnya maupun pikirannya.

Oleh sebab itulah, ada sejumlah fasilitas yang disiapkan oleh Satgas untuk memanjakan pasien OTG. Mulai dari kamar yang bersih, fasilitas olahraga, Wi-FI, dan lain sebagainya.

“Subuh kita bangunkan untuk salat bersama. Kemudian jam 6 pagi sarapan, dilanjutkan senam di halaman mulai jam 7 sampai setengah 8 agar mereka terkena sinar matahari. Saat sore hari, kita siapkan kegiatan olahraga, mulai dari bola plastik dan juga tenis meja,” kata Rio. 

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply