Ratusan Kera Gunung Rusak Tanaman Warga

AMLAPURA-Diduga kebahisan sumber makanan, ratusan kera gunung mulai turun ke pemukiman.

Selain membuat takut warga, kehadiran ratusan kera gunung ini juga meresahkan bagi para petani, khususnya mereka yang tinggal di sekitar lereng Bukit Gunung Sari,  Banjar Dinas Juuk Legi, Duda Timur, Selat, Karangasem.

Pasalnya kera-kera ini bukan hanya menyatroni pemukiman, namun ratusan kera ini juga merusak sejumlah tanaman perkebunan seperti salak, cengkeh, manga dan tanaman lainnya.

Seperti dibenarkan I Ketut Antara.

Menurutnya, hampir setiap hari ada ratusan kera gunung turun ke pemukiman.

Ada tiga kelompok kera saat mereka bergerombol berburu makanan.

“Kalau saya amati ada tiga kelompok. Pertama kelompok warna putih kecoklatan, ada warna kemerahan dan satu lagi kelompok kera hitam,”kata Antara.

Bahkan khusus kera hitam, postur badannya lebih besar. “Hanya memang (kera hitam) jumlahnya lebih sedikit,”imbuhnya.

Menurut Antara, setiap gerombolan kera diakui punya peminpin masing masing.

Bahkan saat memasuki pemukiman warga, para gerombolan kera gunung ini seperti ada yang memimpin.

“Mereka seperti dikomando. Kalau kelompok satu dengan kelompok lain bertemu, mereka seperti bentrok,”tambahnya.

Tak hanya itu, uniknya lagi, saat memasuki pemukiman dan dilihat warga, maka pimpinan kera gunung itu akan naik ke pohon yang besar sambil berteriak-teriak seperti memberi isyarat ke kera lain.

“Kalau sudah memberi kode, biasanya kera-kera lain langsung hilang dibalik rerimbunan pohon,”jelasnya.

Sedangkan untuk kera warna agak kemerahan, imbuh Antara diakui paling galak dan sering merusak tanaman.

Sejumlah pohon cengkeh, nangka dan tanaman perkebunan lain milik warga di rusak.

“Mereka biasa naik dan menarik dahan hingga banyak yang patah,”kata Antara.

Resah dengan kehadiran ratusan gunung, warga terpaksa memburu dengan senapan angin.

“Bahkan ada yang mati karena tertembak warga. Kera-kera ini  biasanya datang dari Desa Ulakan, Manggis. Warga terpaksa memburu kera karena memang sudah meresahkan dan banyak merusak tanaman,” ujarnya.

Atas kejadian ini, warga berharap ada solusi dari pemerintah untuk membantu petani mengusir kera gunung dan liar tersebut.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply