Kembali Gelar Aksi di Depan PN, Polisi Ancam Tangkap Pendukung JRX

DENPASAR-Ketegangan kembali terjadi saat digelarnya sidang kasus ujaran kebencian “IDI Kacong WHO” dengan terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx SID, Selasa (6/10) sekitar pukul 10.00 WITA.

Memanasnya suasana itu, terjadi antara masa pendukung JRX SID dengan aparat keamanan saat digelarnya sidang virtual di depan PN Denpasar

Pantauan radarbali.id, ketegangan antara massa dengan aparat kemananan itu, terjadi ketika fans /pendukung Jerinx menggelar aksi dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak Sidang Online”.

Tak henti-henti meneriakkan yel-yel dukung pembebasan JRX SID dan tolak sidang online, aparat kepolisian yang sejak pagi sudah berada di lokasi lengkap dengan mobil patroli dan water cannon sempat terpantik dengan aksi para pendukung JRX.

Akibat terpancing aksi para pendemo, Kabag Operasional (Ops) Polresta Denpasar, Kompol I Gede Putu Putra Astawa langsung turun menemui massa untuk memberikan peringatan.

Kabag Ops meminta kepada para pendukung JRX SID agar membubarkan diri dan tidak menggelar aksi di depan PN Denpasar.

Sayang, meski diberikan peringatan beberapa kali, massa aksi justru makin bersemangat meneriakkan yel-yel.

Selanjutnya, seolah geram dengan aksi para pendemo, Kompol I Gede Putu Putra Astawa pun dengan menggunakan pengeras suara meminta para pendemo mundur.

 “Saya minta kalian mundur. Bubar!. Kalau tidak bubar saya tangkap semua kalian!,” pinta Kompol Astawa. 

Kemudian, massa aksi yang merasa terancam akan ditangkap,  akhirnya membubarkan diri.

Mereka berjalan pergi ke arah utara sambil terus membentangkan spanduk dan sambil meneriakkan “Bebaskan JRX”.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply