Jaminkan BPKB Palsu untuk Kredit di Koperasi, Bu Ayu Divonis 2 Tahun

NEGARA-Satu dari tiga terdakwa perkara pemalsuan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), kembali menjalani sidang vonis di PN Negara.

Kali ini, giliran terdakwa Ni Komang Seniwati alias Bu Ayu, 47.

Pada sidang dengan Ketua Majelis Hakim Benny Octavianus, terdakwa Seniwati diganjar lebih berat dari dua terdakwa lainnya. Terdakwa divonis lebih berat karena berperan sebagai pengguna BPKB palsu untuk dijadikan anggunan kredit atau pinjaman di koperasi.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 2 tahun dan tiga bulan dikurangi masa terdakwa menjalani hukuman di tahanan,”tegas Ketua Majelis Hakim Benny Oktavianus.

Dipaparkan, hukuman bagi terdakwa Seniwati itu, karena hakim menilai, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 263 KUHP.

Putusan tersebut sama dengan tuntutan jaksa penutut umum sebelumnya yang menuntut terdakwa selama 2 tahun 3 bulan karena berperan sebagai pengguna BPKB palsu untuk dijadikan anggunan pinjaman koperasi. Tuntutan tersebut lebih berat dari dua terdakwa lainnya.

Sedangkan terdakwa Ni Made Swantini, sebagai perantara dituntut 2 tahun pidana penjara masih menunggu putusan saat sidang berikutnya.

Sebelumnya, terdakwa Moh Lasok Kapu, 51, divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Negara. Putusan tersebut lebih tinggi dari tuntutan jaksa penutut umum yang menuntut dituntut pidana penjara 1 tahun 8 bulan.

Terungkapnya kasus surat-surat kendaraan palsu tersebut berawal dari kecurigaan pihak koperasi mengecek tiga buah BPKB mobil tersebut dicek ke kantor Samsat Jembrana. Tiga buah BPKB yang dijadikan jaminan untuk meminjam uang oleh tersangka Ni Komang Seniwati alias Bu Ayu, 47. Pasalnya tiga bulan setelah meminjam uang tidak pernah membayar cicilan.

Ternyata BPKB tersebut identitasnya berbeda dengan database Samsat Jembrana dan penjelasan petugas Samsat Jembrana diduga materialnya palsu.

Dari hasil penyelidikan polisi, terungkap bahwa tersangka Ni Komang Seniwati dibeli dari tersangka Ni Made Swantini, Dek Pong, 35. Dari tiga BPKB tersebut dibeli dengan harga Rp 12 juta dan satu BPKB Rp 8 juta. Modusnya, tersangka Seniwati mengirimkan foto STNK mobil yang akan dibuatkan BPKB tersebut kepada Swantini.

Dari tersangka Swantini, terungkap lagi tersangka Moh Lasok Kapu, 51. Tersangka Kapu, yang menerima pesanan dari Swantini selanjutnya memesan BPKB palsu melalui media sosial pada seseorang bernama Agus Subaeri, di Jawa Timur. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply