Advokat Togar Situmorang Lapor Balik ke Polda Bali

DENPASAR-Advokat Togar Situmorang, Selasa (6/10) mendatangi Polda Bali.

Kedatangan pengacara berdarah “Batak” ini, yakni terkait dugaan pencemaran nama baik yang ditujukan kepada dirinya ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitReskrimsus) Polda Bali.

Didampingi tim kuasa hokum dari Law Firm Togar Situmorang, laporan dibuat dalam bentuk Pengaduan Masyarakat (Dumas) dengan Nomor: Dumas/ 708/ X/ 2020/ Ditreskrimsus. 

Ditemui usai membuat laporan, Togar menegaskan, bahwa langkah (pengaduan) itu diambilnya karena ada dugaan pembunuhan karakter yang berujung pada rusaknya nama baik dirinya sebagai advokat.

“Itu membunuh karakter saya sebagai advokat yang bekerja sesuai UU Advokat. Artinya sebagai advokat, saya punya hak imunitas,” tandas Togar.

Lebih lanjut, Togar mengatakan bahwa dirinya melaporkan beberapa pihak yang membuat dirinya tercemar sebagai advokat yaitu officium nobile atau profesi yang mulia.

Dimana sejumlah informasi hoax (bohong) yang beredar di media sosial memojokan dirinya. 

Selain memojokkan, tersebarnya informasi miring yang ditujukan kepada dirinya, juga diakui menimbulkan kerugian baik materil ataupun inmateriil yang sangat besar.

Togar pun menegaskan akan menempuh jalur hukum ke semua pihak yang telah turut serta menyeberkan berita hoax tersebut baik pidana maupun perdata.

“Jadi saya akan berjuang, membela nama baik saya. Juga membela korps kebanggaan saya, advokat,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus dugaan pencemaran nama baik yang menimpa Advokat Togar Situmoran ini berawal dari kasus penyegelan di rumah kontrakan Hendra,  di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Kaswari Nomor 12 Sesetan, Denpasar Selatan, pada Jumat (2/10) lalu.

Atas penyegelan itu, Hendra mengaku anak, istri dan kedua orantuanya terjebak dan tersekap dari siang hingga malam.

Tak terima dengan tindakan penyegelan, Hendra kemudian melaporkan kasus penyegelan serta dugaan tindakan penyekapan dan aksi premanisme yang diduga dilakukan Advokat Situmorang melalui 8 orang suruhan ke Ditreskrimum Polda Bali.

Usai melapor, Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Dodi Rahmawan langsung turun ke TKP. Bersama anggota Denpom IX/3 Udayana, aparat gabungan dari Polda Bali dan Denpom IX Udayana langsung membuka segel berupa papan baliho dengan kerangka besi.

Sementara atas penyegelan, Togar Situmorang memberikan klarifikasi bahwa dalam kejadian itu, dirinya hanya berkapasitas sebagai kuasa hukum Muhaji, pemegang sertifikat hak milik (SHM) 11392 atas lahan yang disegel tersebut.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply