Oknum Ojol yang Ambil Senpi Anggota Polda Bali Minta Maaf

TRIBUN-BALI.COM- Kasus pengambilan senpi milik anggota Ditnarkoba Polda Bali Kadek Subamia oleh driver ojek online berinisial PRA (40) yang terjadi pada Sabtu (23/9/2020) pukul 23.00 telah memasuki tahap penyidikan.

Hari ini Senin (5/9/2020), tersangka mulai didampingi oleh Penasehat Hukumnya Yulius Benyamin Seran dan partner usai menjalani pengambilan sidik jari oleh penyidik dari Unit II Subdit III Ditreskrimum Polda Bali.

Tersangka PRA (40) saat menceritakan peristiwa yang dilakukannya kepada Penasehat Hukumnya sambil berlinang air mata menyesali perbuatannya.

Dalam pertemuan dengan penasehat hukum tersebut tersangka PRA meminta agar menyampaikan permohonan maaf yang sebesarnya kepada Institusi Polri khususnya Kepolisian Polda Bali karena telah mengambil senjata api milik anggota Ditnarkoba Polda Bali yang mengalami kecelakaan lalu lintas akhir pekan lalu.

Tersangka juga memohon maaf yang sebesarnya kepada korban lakalantas atas nama Kadek Subamia beserta keluarganya atas kesalahan yang telah dilakukan oleh tersangka.

Permohonan maaf juga ditujukan kepada mitra ojek online karena perbuatan tersangka telah memberikan citra yang kurang baik terhadap driver ojol.

Terakhir tersangka memohon kepada publik Bali apabila perbuatannya telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat luas.

Sementara Penasehat Hukum tersangka Yulius Benyamin Seran dalam keterangan persnya menyampaikan harapan agar proses hukum terhadap diri tersangka berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada dengan tetap menjunjung tinggi asas pra duga tidak bersalah mengingat niat awal kliennya menghampiri korban adalah untuk menolong korban yang pada saat itu mengalami kecelakaan.

Bahwa kliennya yang pada saat itu kebetulan melintas di TKP melihat ada kendaraan mengalami kecelakaan dan secara spontanitas mendatangi kendaraan dan hendak menolong korban.

Begitu juga dengan pengambilan senpi milik korban, awalnya dikira sofgun.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply