Boyamin Saiman Ngaku Terima 100 Ribu Dolar Singapura Lalu Diserahkan ke KPK, Pemberi Selipkan di Tas

TRIBUN-BALI.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menganalisa laporan penerimaan gratifikasi dari Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, benar yang bersangkutan sudah melaporkan hal tersebut kepada KPK.”

“Berikutnya nanti akan kami verifikasi dan analisa,” kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri lewat keterangan tertulis, Senin (5/10/2020).

Putuskan Berkoalisi dengan PDIP Dukung Jaya-Wibawa di Pilkada Denpasar, Ini Alasan PKS

Ikut Rayakan HUT TNI ke-75, Waka Polres Badung Datangi Korem 163/Wirasatya

Oknum Polisi Asal Denpasar Dilaporkan, Diduga Lakukan Penipuan Penjualan Sepeda Motor

KPK, kata Ali, mengapresiasi masyarakat yang mau melaporkan dugaan korupsi dan gratifikasi.

Perkembangan terkait pelaporan gratifikasi 100.000 dolar Singapura itu, imbuhnya, bakalan diinformasikan lebih lanjut.

“KPK apresiasi masyarakat yang melaporkan adanya dugaan korupsi dan gratifikasi kepada KPK.”

“Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut,” ucap Ali.

Sebelumnya, Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengaku mendapatkan uang 100.00 dolar Singapura atau setara Rp 1,08 miliar, dari beberapa orang.

Atas penerimaan itu, Boyamin memilih menyerahkan kepada KPK dengan indikasi dugaan gratifikasi.

“Bahwa saya pada saat itu sudah berusaha menolak pemberian uang tersebut.”

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply